1
Magnet atau Manusia: Identitas Ilmu Ekonomi
ECON000Lesson 11
00:00

Ketegangan Identitas

Identitas fundamental ilmu ekonomi bertumpu pada ketegangan mendalam antara hasrat akan ketelitian proses alamiah dan kenyataan tak terduga dari peran manusia. Selama beberapa dekade, garis silsilah pedagogisβ€”mulai dari Marshall'Principles' hingga tokoh-tokoh standard modern seperti Mankiw dan Paul A. Samuelsonβ€”telah mengampanyekan ortodoksi mekanistik. Pandangan ini memperlakukan stimulus harga sebagai kekuatan deterministik, layaknya gravitasi atau magnet, demi meraih legitimasi 'ilmiah' di dunia akademik.

Ilmu FisikaUSGaya yang TerprediksiVSRealitas EkonomiHARGA ↑Kehendak Manusia

Metafora Magnet

Heilbroner berargumen bahwa ilmu ekonomi tidak dapat dibandingkan dengan ilmu fisika eksakta karena adanya elemen pilihan. Sebagaimana teks tersebut secara eksplisit menyatakan: "Jika ilmu ekonomi benar-benar sains, kita sebagai manusia hanyalah robot belaka, tak lebih mampu memilih respons terhadap kenaikan harga daripada partikel besi yang berada di dekat magnet."

Efek Veblen: Membuktikan Kehendak

Bayangkan kenaikan harga barang mewah sebesar 20%. Dalam model mekanistik, permintaan seharusnya turun. Namun, karena manusia bersifat reflektif, sebagian orang justru melihat harga yang lebih tinggi sebagai sinyal gengsiβ€” Efek Veblenβ€”dan meningkatkan konsumsi mereka. Ini membuktikan bahwa 'partikel' manusia menafsirkan stimulus sebelum bereaksi, melanggar hukum 'fisika ekonomi'.