Ketegangan Identitas
Identitas fundamental ilmu ekonomi bertumpu pada ketegangan mendalam antara hasrat akan ketelitian proses alamiah dan kenyataan tak terduga dari peran manusia. Selama beberapa dekade, garis silsilah pedagogisβmulai dari Marshall'Principles' hingga tokoh-tokoh standard modern seperti Mankiw dan Paul A. Samuelsonβtelah mengampanyekan ortodoksi mekanistik. Pandangan ini memperlakukan stimulus harga sebagai kekuatan deterministik, layaknya gravitasi atau magnet, demi meraih legitimasi 'ilmiah' di dunia akademik.
Metafora Magnet
Heilbroner berargumen bahwa ilmu ekonomi tidak dapat dibandingkan dengan ilmu fisika eksakta karena adanya elemen pilihan. Sebagaimana teks tersebut secara eksplisit menyatakan: "Jika ilmu ekonomi benar-benar sains, kita sebagai manusia hanyalah robot belaka, tak lebih mampu memilih respons terhadap kenaikan harga daripada partikel besi yang berada di dekat magnet."
Efek Veblen: Membuktikan Kehendak
Bayangkan kenaikan harga barang mewah sebesar 20%. Dalam model mekanistik, permintaan seharusnya turun. Namun, karena manusia bersifat reflektif, sebagian orang justru melihat harga yang lebih tinggi sebagai sinyal gengsiβ Efek Veblenβdan meningkatkan konsumsi mereka. Ini membuktikan bahwa 'partikel' manusia menafsirkan stimulus sebelum bereaksi, melanggar hukum 'fisika ekonomi'.